frivgame.id – Bekasi, Jawa Barat — Sebuah bencana longsor besar terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, kawasan pembuangan sampah terbesar di wilayah Jabodetabek, pada Minggu sore (8 Maret 2026). Akibat runtuhan gunungan sampah yang dipicu oleh hujan deras, sedikitnya 5 orang tewas dan sejumlah lainnya dilaporkan hilang saat tim pencari masih bekerja keras menggali timbunan sampah untuk menemukan korban yang terjebak.
Longsor Gunungan Sampah Picu Tragedi
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.30–15.00 WIB, saat tumpukan sampah setinggi puluhan meter di Zona IV TPA Bantargebang tiba‑tiba ambrol. Kondisi tanah yang saturasi air akibat hujan ekstrem membuat struktur tumpukan menjadi tidak stabil, sehingga runtuh ke area tempat sejumlah petugas, pekerja truk sampah, dan pedagang kecil berada.
Menurut Badan SAR Nasional (Basarnas) Jakarta, 5 jasad korban telah ditemukan di bawah lapisan sampah yang longsor, sementara beberapa orang lain masih hilang dan diduga tertimbun. Tim penyelamat juga berhasil menyelamatkan beberapa orang yang selamat dari kejadian tersebut.
Upaya Pencarian dan Evakuasi Korban
Operasi pencarian dilanjutkan intensif oleh ratusan personel yang terdiri dari gabungan unsur Basarnas, Kepolisian, TNI, dan relawan. Mereka menggunakan berbagai alat berat, anjing pelacak (sniffer dogs), serta perlengkapan khusus untuk menyingkap dan mengeluarkan timbunan sampah yang sangat berat. Cuaca yang masih berpotensi hujan menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.
Pihak berwenang memperingatkan risiko longsor susulan, sehingga proses evakuasi berlangsung dengan sangat hati‑hati demi meminimalisir korban tambahan. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) juga memperingatkan kemungkinan longsor lanjutan karena kondisi curah hujan yang masih tinggi.
Korban dan Dampak pada Komunitas
Korban tragedi ini diketahui terdiri dari pekerja truk sampah, pengelola warung kecil, serta pemulung yang sedang beraktivitas di lokasi saat longsor terjadi. Keluarga korban dan saksi mata turut memberikan kesaksian tentang kejadian mengenaskan ini.
Pemerintah lokal dan instansi terkait belum merilis jumlah pasti orang hilang, namun operasi penyelamatan masih terus berjalan sampai semua korban ditemukan atau dipastikan selamat.
Pemicu Longsor dan Masalah Sistem Pengelolaan Sampah
Penyebab langsung longsor diduga adalah curah hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, yang membuat tumpukan sampah menjadi terlalu berat dan tidak stabil. Bantargebang adalah salah satu lokasi pembuangan utama sampah domestik untuk Jakarta dan sekitarnya, menerima ribuan ton sampah setiap harinya.
Insiden ini kembali menarik perhatian publik terhadap kualitas pengelolaan limbah di wilayah Jabodetabek, terutama praktik open dumping yang masih dipakai meskipun dilarang dalam undang‑undang lingkungan. Para ahli lingkungan dan pejabat nasional menilai sistem pengelolaan sampah di Indonesia perlu direformasi agar tidak menimbulkan korban jiwa seperti tragedi terbaru ini.
Respon Pemerintah dan Tindak Lanjut
Pemerintah pusat dan instansi terkait menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan TPA Bantargebang. Hal ini termasuk kemungkinan menghentikan metode pembuangan terbuka (open dumping) dan mempercepat implementasi teknologi pengolahan limbah yang lebih aman dan berkelanjutan.
Warga dan masyarakat di sekitar TPA Bantargebang juga diajak untuk waspada terhadap potensi bahaya yang masih dapat terjadi, terutama jika curah hujan tinggi terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.












